Tag

, ,


image

Begitu sederhananya kita, sampai masa pendekatanpun tidak terlalu sulit untuk akhirnya saling memutuskan bersama. Masa pendekatan yang banyak orang habiskan untuk menemukan rasa ‘nyaman’, tapi aku tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan rasa itu. Aku ingat bagaimana wajahmu tertawa bahkan saat wajahmu ‘mendung’ karena ulahku. Belum pernah, belum pernah secepat ini perasaan ‘nyaman’ itu hadir. Dan aku rasakan bagaimana kamu mengkhawatirkanku dan mengeluh tentang sikap-sikapku. Begitu sederhana memang, jika orang lain yang melakukannya namunku hiraukan bahkan sempat aku jauhkan. Tapi denganmu, aku tetap memilih bersamamu.

Begitu sederhananya kita. obrolan yang ringan sampai berat bisa ku habiskan bersamamu, tak ku temukan rasa bosan bercerita denganmu. Kau tau? dulu aku adalah orang yang tertutup. Namun sejak bertemu denganmu, saat kita sedang berbicara, matamu mengajakku bercerita dari yang umum sampai sangat rahasia. Mata itu memintaku untuk jujur, dan selalu rasakan ‘nyaman’ saatku habiskan waktuku bercerita denganmu.

Begitu sederhana, bukan begitu cepat. Jika pendekatan yang begitu cepat dan mudahnya, dan pendekatan yang begitu lama dan sulitnya, mereka sama-sama hanya mencari rasa ‘nyaman’. Dan sudah ku temukan dan dapatkan itu, lantas aku harus temukan apa lagi?

(Tulisan ini dibuat tanggal 23 Januari, dan di update foto setelah menikah pada 05 Agustus)

Iklan