Tag

, , , , ,


I miss my blog so much. Kangen nulis, tapi baru sempet nulis. Padahal, i had many story after i get married. Belom sempet nulis juga bagaimana persiapan pernikahan saya. It’s not quick preparation, I have been preparing since 4 years ago and began to do it since a year. And my wedding absolutely wasn’t by accident hahaha

Oke first, i wanna introduce my husband, Ahmad Zulfikar. Yupss, he is the one that i always write in my blog.

Now i begin my first month of marriage story. Sebelumnya, calon suami (dulu masih calon) sudah mengambil cuti kerjanya selama seminggu. Wah seneng banget pas dapat kabar gitu, jadi ngerasa lega, he would prepare our wedding with his big family. BUT no no no no, kabar tidak menyenangkan datang–mau dibilang buruk tapi enggak boleh–pelatih sudah menyiapkan TC (karantina untuk para atlet) di bogor untuk persiapan liga seri 1 di Makasar. Mulai dari sana uda agak cemas nih baru nikah akan terancam ditinggal liga.

image

Kami dari awal sudah merencanakan bahwa tidak ada bulan madu dulu, karena menurut kami lagi adem ademnya penganten baru jangan pergi ke Pulau atau tempat romantis lainnya deh, rugi.  Menurut kami, pergi ke daerah yang deket dari rumah adalah pilihan yang menarik, kalau saya nyiapin booking semalam (special kado pernikahan dari Ka Nyoman) di Amaroosa Grande yang ada di bekasi, and you know? it’s first time Bekasi felt Bali hahaha Nanti saat usia pernikahan sudah lebih dari 5 tahun, barulah kami sempatkan bulan madu di tempat yang membuat kami semakin mesra lagi, rencananya sih gitu.

Well balik lagi, kami menikah di tanggal 04 April 2015, dan saya mulai panik saat suami baru dapet ijin dari coachnya balik tanggal 03 april malem karna masih ada ujicoba di tanggal 3, and akhirnya suami bisa balik juga ke Bekasi di tanggal 02 April malem dari Bogor, setelah kekeh minta balik.

And the day tanggal 04 april nya di pelaminan, coach dan teman-temannya sudah wanti-wanti “Sudah harus balik TC yaa….” agak menghiraukan ocehan-ocehan mereka sih, karena saya lagi bahagia-bahagianya. BUT, this is the real my first month, saya harus ditinggal suami di tanggal 06 april sore, suami harus TC beberapa hari lagi ke bogor dan dilanjutkan ke pancoran untuk TC timnas.

image

Tanggal 11 sampai tanggal 12 april, suami live main di Gading, timnas lawan jepang, saat itu saya absen nonton live, karena ada acara perpisahan SARMAG di Puncak (So, gagal ketemuan di lapangan).

Seminggu tanpa saling melihat dan memeluk satu sama lain (lagi anget-angetnya pelukan padahal), perpisahan kami berlanjut kembali, disaat teman-teman timnas dan club yang lain sudah bisa balik ke keluarganya, suami HARUS lanjut malam itu juga ke Ciracas karna ada pelatihan dari kantornya sampai tanggal 22 april disana.

Rasanya, Days go slowly. Times go heavy. Kangen. Kangen banget. Sekitar 3 mingguan harus berpisah sama suami yang baru banget jadi suami. Maunya maksa suami biar enggak ikut TC, but it’s his life. And his life is my life too. Tiga mingguan itu hanya bisa saling kontak bbm-an atau telponan. Kalau saja komunikasi dibatasi, aduh apa jadinya tuh ya.

Saat itu sudah super sensitif sekali. Always show my sadness, dan banyak orang bilang “lebay banget sih baru ditinggal gitu doang” – “baru nikah uda galau ajah”- and so many sampe lupa diinget. Hey close your mouth! Kalian enggak pernah tau rasanya itu, karna kalian (belum) menikah dengan orang yang biasa-biasa saja. Saya rasa yang mengalami sama sepertiku akan merasakan hal yang sama, kami baru nikah-kangen-dan kami tidak bisa saling bertemu- how do you feel? Bagi yang pernah merasakan sama seperti saya atau bahkan baru banget nikah langsung ditinggal lebih lama lagi, share dong. (Inget yaa, yang setelah nikah LANGSUNG ditinggal) Tell me how make your heart so strong! Cause my heart is not as strong as it was.

Tapi yang jelas, yang saya ingat betul pesan dari suami saat itu adalah “Jadi seorang istri harus kuat ketika ditinggal jauh dan beberapa hari oleh suaminya, tujuannya adalah untuk diri kamu dan saya sendiri. Kenapa saya? Karena jika saya tau kamu sedih bahkan sampai kamu sakit karna saya tinggal sementara, itu akan membuat saya lebih khawatir dan sedih saat berada jauh dari kamu. Sedangkan ini adalah kewajiban saya, yang harus saya ikuti. Kalau kamu ikhlas, langkah saya disini akan mudah dan apa yang saya kerjakan disini tidak akan sia-sia. Bukankah kamu sering bilang, ‘jika kamu sudah terlanjur meninggalkan aku disini kamu harus bermain dengan maksimal, jadi aku tidak merasa rugi ditinggalkan kamu’, maka saling mendoakanlah kita agar kita selalu merasa dekat.”-zulfikar, 25 y.o.

Dan setelah suami pulang ke rumah di tanggal 22 April, saya sudah merasa cukup kuat untuk ditinggalkan kembali ke Makasar selama 9 hari. Kemudian lanjut untuk persiapan TC pertandingan sesi 2 selama 5 hari. Lanjut lagi pertandingan di Surabaya sampai 9 hari. Dan sampai akhirnya TC di bekasi karena Liga Final Four nya di Bekasi. Di tanggal 14 juni, kehidupan pernikahan kami baru dimulai.

Iklan