Tag

, , , ,


Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan. Mungkin bohong jika kebahagian terasa sempurna hanya dengan hidup berdua saja bersama suami, kehadiran seorang anak adalah pelengkap kebahagiaan sebuah pernikahan. Walaupun belum genap 2 bulan menikah, tapi saya dan mas fikar sudah ingin sekali memiliki keturunan.

Kebahagiaan itu muncul pada kami saat pertengahan bulan mei 2015, saya telat menstruasi. Saya termasuk orang yang sangat penasaran, baru telat sehari saya meminta mas fikar untuk membelikan saya testpack. Dan ini adalah hasilnya.

testpackkedua

Yap, nampak 2 garis namun belum terlihat sangat jelas. Tapi kami sudah sangat bahagia, sambil bertanya tanya apakah saya sudah hamil atau belum? Apa yang harus saya lakukan? haruskah segera ke dokter atau menunggu garis ini sangat terang? Testpack itu sebenarnya kalau tidak hamil hasilnya seperti apa sih?

Kami pasangan baru, awam. Dan kami memutuskan untuk menunda ke dokter sampai garis ini SANGAT JELAS dua strip, sampai telat menstruasi 14 hari, sampai mas fikar pulang dari liga di surabaya.

Telat 5 hari, dan terlihat lebih terang dua stripnya.

20150527_040151

Tidak ada yang aneh, merasa fit dan baik-baik saja, karena itu saya memutuskan pergi mengawas dengan menggunakan motor. Belum ada masalah, tapi sudah merasa aneh setelah telat seminggu mengapa garis yang redup itu tetap sama saja, dan saya mulai flek. Namun kata mama flek merupakan satu tanda kehamilan dan saya juga masih diberi pikiran positif oleh suami, all is well, karena keesokan harinya sudah tidak flek dan hanya sekali, lalu saya belum juga memutuskan untuk mengecek ke dokter kandungan, dengan alasan yang sama garis belum terang dan suami belum pulang.

Telat 8 hari, tiba-tiba perut merasa sakit, seperti nyeri haid (padahal sudah lama saya tidak merasakan sakit sedahsyat ini), dan saya mengeluarkan darah kali ini bukan flek. Saya dimarahi karena masih menggunakan motor saat pergi ke kampus.

Telat 9 hari, saya testpack dan masih 2 strip. Saya merasa sedikit tenang, berarti masih ada kesempatan untuk hamil. Saat itu, tidak ada yang menyarankan untuk bedrest. Karena kondisi saya juga merasa lebih baik, saya memutuskan untuk tetap mengawas, tapi kali ini tidak diijinkan menggunakan motor. Dan hari ini darah tidak keluar, hanya sekali saat siang mungkin karna banyak gerakan dari saya.

Telat 10 hari, tiba-tiba perut saya merasa sangat sakiit yang luar biasa, dan mulailah darah keluar banyak. Saya menghubungi mas fikar, menangis. Dan dia selalu dengan tenangnya menenangkan saya, saya semakin menangis karna kondisi seperti ini suami tidak ada disamping. Akhirnya mas fikar menyuruh saya untuk pergi ke dokter kandungan esokan harinya bersama mama.

Esokannya, sebelum ke dokter kandungan saya testpack kembali untuk memastikan masih 2 garis walau darah terus keluar. Dan benar, memang masih 2 garis. Saya berdoa, saya bisa menyelamatkan kehamilan ini.

Saya pergi ke RSBK, ke dokter kandungan, lalu ditanyakan apa keluhannya, saya testpack 2 garis tapi keluar darah, jawab saya. Langsung di usg, dokternya dengan enteng berkata tidak hamil ya, sambil menggeser geser alat yang ada diperut saya. Dan ia melanjutkan, ada kista nih.

Hah? Kista?

Saat konsul, agak kurang menyenangkan dokter menjawabnya, ketika saya bertanya apa bedanya kista dengan miom, lantas ia menjawab ‘ya bedalah’ padahal orang awam banyak yang menyamakan kista dengan miom. Lalu saya bertanya lagi walau sudah sedikit males dengan dokternya, terus kenapa ya dok testpack saya 2 garis? Dia menjawab lagi dengan entengnya ‘yang lebih terang dari ini aja belum tentu hamil, gimana ini yang masih redup’.

Dup…. jantungku! Ini dokter apaan yang cara jawabnya begitu, enggak tau apa saya datang kesini dengan penuh harapan? Tapi dijawab hanya dengan seperti itu.

Saya disuruh daftar ke bagian radiologi untuk usg abdomen. Saat saya ke bagian sana, ternyata bagian radiologi penuh sampai bulan juni, jadi harus menunggu, walaupun saya hanya memeriksakan usg abdomen.

Akhirnya saya bilang sama mama, saya gak suka sama dokternya, enggak kebayang gimana jadinya saya kalau tiap kali konsul ke dia. Lalu saya pindah ke RS Bella, sekalian usg abdomen disana.

Tunggu. Kista? Yap kista, salah satu penyebab perempuan sulit hamil. Lantas bagaimana hasil usg abdomen saya?

Iklan