Tag

, , ,


28 mei 2015. Saya memutuskan untuk memeriksakan ke bagian usg abdomen di RS Bella. Agar mempercepat proses pemeriksaan, dari bangun tidur saya sudah puasa dan diperiksakan sekitar jam 9 pagi. Saat mendaftar disana bagian pendaftaran bertanya apakah saya sudah puasa dan minum air putih? Saya bilang iya sudah.

Ternyata syarat untuk usg abdomen adalah BUKAN HANYA puasa saja, melainkan banyak minum dan tahan buang air kecil, begitu kata dokter yang menjaga di bagian usg abdomen.

Saya pikir saat bagian pendaftaran menanyakan sudah minum air putih, ya memang sudah saya minum, ternyata 2 jam sebelum periksa harus menahan buang air kecil.

Lantas sia-sia dong saya? Tidak. Untungnya saya dipertemukan dengan dokter yang baik disini, dia bilang karena saya sudah puasa jadi bisa diperiksa bagian dalam perutnya, seperti ginjal, hati, dan kawan kawannya. Hanya saja ada 1 bagian yang tidak bisa diperiksa karna kantung kemih saya kosong, makanya diharuskan besok kembali kesana dengan minum yang banyak dan ditahan buang air kecilnya tanpa harus puasa lagi.

Sempet shocked sih. Kesini lagi? Berarti bayar lagi dong? Untungnya dokternya nyaranin kalau besok janjian langsung dengan beliau jam 10 dan tanpa mendaftar kembali. Sambil elus dada, syukurlah. Oiya sekedar info usg abdomen di RS Bella sekitar 350-an ribu.

29 Mei 2015. Drama hari ini dimulai. Saya pergi kembali ke RS sendirian tanpa didampingi oleh siapapun, siapapun termasuk suami saya 😦 saya sudah minum yang banyak menghabiskan 1 botol air mineral dan menahan buang air kecil, jam 10 seperti yang dijanjikan dokter tak kunjung datang dan saya mulai kebelet, dan saya langsung ke kamar mandi, dan untuk mengisinya kembali saya beli 1 botol air mineral. Kejadian ini terus berulang karna saya tak tahan untuk buang air kecil, dibuang-diisi-dibuang-diisi-dibuang-diisi-dibuang sampai dokternya datang.

Setelah bolak balik beli minum kemudian ke kamar mandi, saya baru berpikir bahwa dari 1 botol yang saya minum pasti tidak keluar semua dan masih ada sisa di kantung kemih, kenapa saya malah nambahin minum 1 botol lagi yah yang bikin saya tambah beser? Ahh memang, dalam keadaan seperti ini seharusnya ditemani jangan sendirian, biar otaknya jalan.

Saya masih menunggu di depan ruangannya. Dan sampailah beliau datang sekitar jam 12an. Dokternya meminta maaf karna sudah membuat saya menunggu. Lalu saya bilang, ya gapapa sih dok tapi ini saya daritadi bolak balik kamar mandi. Dokternya bilang, ya semoga saja masih ada sisanya yah.

Saat masuk ruangannya, saya kasih hasil cetakan usg dari RSBK, dan dokternya langsung seperti engeh bagian mana yang harus langsung di USG.

Saat diperiksa, dokter bilang masih penuh nih kantung kemihnya jadi bisa diliat. Dan saya liat muka nya langsung berubah gitu, dia menanyakan apakah saya sudah menikah? Umur saya berapa? Saya jawab iya baru saja menikah, umur 23 tahun.

Dokter bilang pemeriksaan kemarin dicek ginjal, hati, dan lain-lainnya bagus, normal, tidak ada masalah ya. Tapi iya nih disini ada kista, sepertinya cysta coklat ovarium dextra.

‘Lalu dok apa saya bisa hamil?’, nanti konsultasikan saja dengan dokter kandungannya yah, biasanya kalau mau hamil harus dilakukan tindakan operasi dahulu.

Ini hasil usg abdomen. Ada kista pada foto kolom kedua baris kedua.

20160103_175423.jpg

Pada hari yang sama, saya langsung menuju dokter kandungan yang ada di RS Bella, Dr Sri, saat diperiksa kembali melalui USG Transvaginal (Alat yang dimasukan ke vagina) benar adanya kista sebesar 3.3 cm. Usg transvaginal ini lebih sering digunakan untuk mengecek kondisi rahim lebih dekat dan jelas, bagi yang perawan tidak banyak disarankan karena alat dimasukan melalui vagina yang akan merobek selaput dara, jadi diganti melalui anus, dan tidak banyak yang mau.

Dr Sri langsung menanyakan pertanyaan yang sama, umur berapa? Sudah berapa lama menikah? Langsung ingin hamil kan?

Kalau perempuan penderita KISTA, cara penyembuhannya adalah dengan HAMIL, namun untuk hamil itu AGAK SULIT.

Singkatnya seperti itu yang dokter bilang, jadi saya disarankan untuk program hamil. Jika dalam beberapa bulan kista semakin membesar dan belum juga hamil, baru dilakukan operasi pengangkatan kista.

Kista saya ada di indung telur sebelah kanan, perempuan memiliki dua indung telur, indung telur yang memproduksi sel telur untuk dibuahi oleh sperma, jika ada kista maka sel telur yang diproduksi akan lebih sedikit dan terganggu, bisa dikatakan saya berharap pada sel telur yang diciptakan oleh indung telur sebelah kiri, atau yang sebelah kanan yang memproduksinya sedikit.

Lalu saya bertanya dengan beliau mengenai dua strip kemarin, beliau punya diagnosa lain, menurutnya saya hamil, hanya saja janin saya tidak berkembang dengan baik, tidak berkembangnya bisa jadi karna pola makanan, kondisi tidak fit, dan banyak lainnya.

Menurut diagnosa, saya terkena kista coklat, tapi menurut Dr sri bahwa kista dapat diketahui jenisnya setelah operasi pengangkatan, jadi untuk sekarang belum bisa dipastikan jenis kistanya.

Ciri-cirinya seperti apa? Setiap hari pertama menstruasi terasa sakit, darah saat menstruasi banyak, menstruasi tidak teratur, dan masa menstruasi lebih dari 10 hari.

Memang sejak dulu saat SMA kalau menstruasi sakitnya bener-bener sakit, karna mama saya juga seperti itu, jadi menurut saya itu wajar saja, malahan mama bilang kalau sudah melahirkan menstruasinya tidak sakit lagi.

Sampai pada tahun 2011 yang lalu, saat masih kuliah saya menstruasi lebih dari 14 hari dan saya konsultasikan ke RSBK (dokter yang dulu ini baik dan lembut) bagian kandungan, saat usg biasa, normal tidak ada kista ataupun miom, karena mau tau penyebabnya, dokter menyarankan melakukan usg transvaginal, karena masih perawan jadi alatnya dimasukan melalui anus, dan menurut dokter ada miom dengan ukuran 5 milimeter, katanya tak perlu dikhawatirkan karna setiap wanita memiliki miom, hanya berbeda beda ukurannya, sama seperti tai lalat, semua orang punya tai lalat tapi ada yang tumbuh besar ada yang tidak tumbuh. Saya disuruh cek kembali 6 bulan kemudian untuk memastikan miomnya berkembang atau tidak.

Hmm tapi tidak saya lakukan. Mengapa? Karna menurut saya menstruasi saya sudah kembali normal, hanya sampai maksimal 9 hari tidak pernah lebih dari itu. Bagaimana dengan rasa nyeri? Rasa nyeri juga sudah tidak berlebihan. Jadi menurut saya, saya pasti lebih baik.

Hanya kaget, awalnya miom mengapa berubah jadi kista? Apa karna kemarin terlalu kecil jadi terlalu samar antara miom atau kista?

Ah entahlah, saya juga tidak terlalu banyak bertanya pada dokter, termasuk pertanyaan apakah ada pengaruh antara dua strip yang samar dengan kista?

Memang lebih baik memeriksakan ke dokter tidak sendirian, banyak pertanyaan yang harus ditanyakan hilang begitu saja karna satu diagnosa dokter, makanya dianjurkan berdua.

Akhirnya, saya mengikuti saran Dr Sri untuk program hamil, hanya berlangsung 1 bulan, selanjutnya saya pindah ke RS PMC tempat dinas suami saya. Banyak kejadian yang ingin diceritakan, nanti pasti akan share kembali.

Sekedar informasi, mengapa dokter di RSBK menyarankan saya untuk melakukan usg abdomen, padahal alat usg nya nampak sama seperti alat usg yang ada di bagian dokter kandungan. Dan saya punya cerita, teman saya dia di diagnosa terdapat kista, beberapa bulan yang lalu ia telah meninggal, bukan karena kista, melainkan kanker hati yang sudah stadium akhir, tidak ada kista pada dirinya, maka dari itu disarankan untuk melakukan usg abdomen untuk memastikan bahwa keanehan tersebut benar kista atau organ lain seperti ginjal, hati, atau lainnya yang ada di perut. Itu sih menurut saya πŸ™‚ hehehe

Iklan