Tag

, ,


Dr. Sri di RS Bella memberikan obat untuk saya dan suami. Jujur, saya ingin sekali memiliki keturunan dengan cepat, tapi saya sangat tidak suka jika harus menelan pil setiap hari. Well, obat yang diberikan dokter hanya beberapa kali saja saya minum, jenis obatnya Asam Folat, kemudian saya tinggalkan. Dan suami pun begitu, bukan karena Mas fikar tidak ikut mendukung program ini, tapi ia tidak rutin meminumnya sampai-sampai lupa dan akhirnya berhenti meminumnya.

Sejak menikah bulan april lalu, mens saya tidak pernah teratur. Pernah satu bulan tidak mens, tapi ternyata hanya telat, bukan hamil.

Bulan Agustus mens kembali teratur (mens 05 agustus-bulan lalu 04 juli) dan pada hari ke-2, kami mengecek di RS PMC.

Saat itu saya hanya ingin memastikan bahwa kista tidak membesar dan saya ingin melakukan program hamil.

Saya di usg transvaginal kembali, dan memang ada kista katanya. Tapi saya malah dimarahi, hhmm bukan dimarahi, tapi dokter ini memang terlihat tegas. Kelihatannya, kista bukan menjadi satu-satunya faktor penghalang untuk hamil bagi dokter itu.

“Untuk mengikuti program hamil itu jika wanita sudah ‘dikejar’ umur dan usia pernikahan  sudah 1 tahun. Tapi kamu? Kamu masih 23 tahun dan usia pernikahan baru 4 bulan”, begitu katanya.

Kista dapat kembali dicek setelah 6 bulan kedepan apakah dia berkembang atau tidak. Jika dalam 6 bulan belum juga hamil, bukan hanya saya yang diperiksa tapi suami juga.

Yah pokoknya dokter itu galak. Lagi mens, diomelin. Hhmm. Tapi saya tetap diberikan vitamin, sama seperti di RS Bella, asam folat.

—–
Ternyata 05 Agustus itu adalah bulan saya terakhir mens. Ini yang saya lakukan setelah cek di RS PMC.
—–

Ikhlas. Well, saya sampai lupa. Bagaimana dan kenapa saya akhirnya bisa ikhlas, gak ngoyo untuk bulan depan harus hamil. Tapi saya ingat betul, saya benar-benar bisa ikhlas yang sebenar-benarnya. Pernah mengaku ikhlas tapi diam-diam masih ngoyo. Ngoyo mau hamil entah karna ada kista, entah karna kaka sendiri hanya kosong sebulan, entah karna mama sendiri yang terus menyuruh program hamil. Truely, saya ikhlas jika memang belum waktunya dan memang harus menunggu atau tidak sama sekali.

“Jika kamu menginginkan sesuatu tapi kamu belum terbangun di sepertiga malam untuk bersujud dan memohon maka kamu belum sungguh-sungguh menginginkannya”

Yap. Salat tahajud. Saya akhirnya bangun, salat tahajud kembali, yang sudah lama saya tidak lakukan dan hanya saya lakukan jika saya khawatir akan besok hari dan sedang mengharapkan sesuatu. (Ya Allah ampuni saya jika hanya ada maunya aja, malu sebenernya cerita bagian ini).

Minum sari kurma. Saya tinggalkan vitamin asam folat dan menggantinya dengan sari kurma yang ada kandungan asam folat nya juga. Karna sungguh minum banyak pil vitamin membuat stress. Hhmm dan sudah menghabiskan 2 kotak susu prenagen esensis sebelum masa kehamilan.

Just Make Love. Membaca pengalaman blogger yang telah berjuang dengan melakukan banyak test, pertanyaan yang sama yang saya ingin juga ajukan pada dokter, bagaimana caranya biar tau sperma sedang berkualitas baik dan sel telur saya siap dibuahi? Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan agar terjadi pembuahan? Dan jawabannya “just make love”.

Sejak mengetahui ada kista, dan harus segera hamil, berhubungan menjadi suatu keharusan untuk hamil, tidak rileks, tidak menikmati bagaimana seharusnya suami istri menikmati halalnya berhubungan dengan cinta, bukan dengan pikiran untuk hamil hamil dan hamil. Yess, nikmatilah bukan untuk hamil tapi karna sudah halal.

Do it everyday. Agak gila sih, tapi saya baca dari website, ini berfungsi agar sperma yang dihasilkan terus berkualitas jika dikeluarkan setiap hari. Nanti saya share alamat websitenya jika sudah ketemu ya.

Tutup kuping. Ups ya gak usah beneran ditutup pake tangan gitu ah. Maksudnya tutup kuping ya kamu hiraukan saja pertanyaan yang akan menghampirimu jika ditanya sudah hamil atau belum, jangan sensi karna belum tentu yang bertanya itu ingin menjatuhkan kamu karna kamu belum hamil tapi bermaksud perduli padamu.

Berhenti membaca jika takut. Selama saya browsing, saya membayangkan posisi saya berada seperti blogger tersebut, mengalami pertumbuhan kista yang cepat, mengikuti serangkaian tes yang banyak dan menyakitkan, mengikuti program bayi tabung, dan menjalankan operasi yang belum tentu setelahnya bisa menjadi hamil atau malah menambah masalah untuk hamil. Baca pengalamannya hanya untuk mengetahui prosesnya bukan untuk menempatkan posisi kalian sebagai dirinya, karena setiap orang itu berbeda.

Dan………

Awal september akhirnya saya testpack kembali, walau baru telat satu hari. Ini hasilnya.

20150907_051844

 

Yap masih redup… agak takut dan trauma melihat yang redup ini, karna sama dengan yang kemarin.

Ini hasilnya setelah telat 5 hari.

20150910_093709

Alhamdulillah ya allah, akhirnya kami bisa melihat dua strip ini lagi, yang lebih terang dan meyakinkan.

Terimakasih suamiku, mas fikar. Untuk terus selalu mendukung dengan ikut program hamil, untuk terus selalu tersenyum ketika saya begitu rapuh, untuk tetap selalu tenang jika saya panik, untuk mengijinkan berbagi di blog tentang kista dan kehamilan ini, dan untuk menjadi papah dari bayi 6 bulan yang ada di rahim sekarang ini.

20151107_105411

Maaf, bukan bermaksud untuk pamali karna dari kemarin menulis tentang kista dan kehamilan padahal masih dalam keadaan hamil. Tapi saya hanya ingin berbagi, karna saya tau banyak pasangan yang sedang berjuang keras untuk mendapatkan kehamilan.

Salam sayang dari saya, suami, dan calon bayi kami. Mohon doanya agar anak kami dapat terlahir sehat walafiat dan kami dapat menjadi orangtua yang baik buat anak anak kami.

Iklan