Saya: Hari ini, esok, dan kedepannya….

Hari ini saya adalah wanita kecil yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia, Universitas Gunadarma, yang sedang mengambil jurusan Sistem Informasi, dalam program Sarjana Magister (SARMAG).

 

Saya memiliki target di SARMAG yaitu lulus tepat pada waktunya, dengan gelar Sarjana dan Magister, yang ditempuh dalam 3 tahun, kemudian saya dapat bekerja di salah satu perusahaan besar dalam bidang sistem analis.

Kemampuan saya untuk mencapai target-target tersebut adalah saya mampu menyerap mata kuliah mengenai pembuatan program, dengan menggunakan berbagai macam bahasa pemrograman, dan adanya ketertarikan yang besar pada saya dalam menganalisis sebuah sistem suatu program, yang dikerjakan oleh Programmer . Namun, kelemahan yang ada pada saya adalah belum dapat mengerti semua bahasa pemrograman, yang nantinya akan saya analisis dalam pekerjaan saya. Dan saya masih belum terlalu mahir dengan bahasa pemrograman yang saya kuasai, saya lebih memahami dasar dari bahasa pemrograman tersebut.

Seperti yang sering disebutkan dalam pepatah, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Maka dari itu, saya mengurangkan kekurangan saya dari hari per hari, dengan cara saya banyak belajar dan berlatih dengan bahasa pemrograman yang sering digunakan oleh perusahaan–perusahaan besar, agar saya dapat dengan mudahnya menganalisis sistem dalam perusahaan tersebut.

Tidak hanya dalam bidang akademik saja, target saya juga dapat menjadi seorang penulis yang dapat menerbitkan tulisan-tulisan saya ke dalam banyak buku, bahkan bukan hanya menerbitkan buku saja, tapi juga saya ingin menjadikan buku-buku saya masuk ke dalam daftar buku “Best Seller”.

Kemampuan saya dalam bidang menulis, membuat saya ingin lebih cepat menjadi penulis “Best Seller”. Langkah awal untuk mencapai hal tersebut, saya telah menampilkan karya–karya saya dalam sebuah “blog” yang telah saya buat. Saya melatih diri saya secara terus–menerus agar tulisan–tulisan saya menjadi bermakna bagi banyak orang dan menjadikan tulisan–tulisan saya berkualitas, seperti kalimat yang pernah saya ingat dari seseorang, “Penulis yang berkualitas itu dapat dilihat dari kualitas tulisan–tulisan yang pernah ia tulis”

Namun, masih banyak kekurangan yang ada pada saya. Saya masih belum memahami peraturan–peraturan menulis seperti yang ada pada kamus Ejaan Yang Disempurnakan. Saya masih menggunakan bahasa indonesia sebagai alat ekspresi saya, dimana saya tidak memikirkan peraturan–peraturan dalam menulis. Saya hanya menyesuaikan intonasi dengan pesan yang ingin saya sampaikan pada pembaca. Kesempurnaan merupakan penghambat bagi saya. Mengapa? Karena kesempurnaan itu membuat saya merevisi tulisan saya secara terus menerus, sampai akhirnya saya hanya stuck disana saja dan tidak dapat menyelesaikan tulisan–tulisan saya. Kesempurnaan itu dapat hadir, ketika saya ingin membuat tulisan saya menjadi berkualitas  seperti apa yang saya fikirkan dan rasakan.

Walaupun saya pernah menjadi finalis 5 dan 10 besar, dalam Lomba Penulisan Essay dan Lomba Karya Tulis Ilmiah, antar SMA Se-Indonesia, di Institute Pertanian Bogor (IPB). Ini semua tidak membuat saya untuk tidak melakukan perubahan pada kekurangan saya. Saya akan banyak mempelajari segala peraturan–peraturan penulisan dan lebih menghargai diri saya sendiri serta orang lain yang berpengaruh pada kualitas tulisan–tulisan saya.

Target saya yang terakhir adalah ingin menjadikan diri saya seorang pengajar, karena kemampuan saya yang dapat mengajarkan suatu pelajaran, pada teman yang belum mengerti materi tersebut. Kemampuan ini hadir bukan karena ibu saya seorang guru, melainkan dari sejak sekolah dasar, saya bercita-cita menjadi seorang guru.

Saat di rumah pun, setiap hari sabtu sore, saya berkesempatan membantu ibu saya mengajar membaca, menulis, dan mengaji kepada anak-anak SD yang kurang mampu.

Namun kelemahan saya adalah masih belum bisa interaktif pada lawan bicara. Maksudnya adalah belum bisa menghidupkan suasana saat menjelaskan, saya hanya menjelaskan pada lawan bicara, namun belum bisa memberikan banyak contoh “real” dari penjelasan tersebut. Dari kelemahan itu, membuat saya harus lebih kreatif dalam memberikan contoh lainnya yang telah saya jelaskan, sehingga lawan bicara bukan hanya saja mengerti, namun dapat memberikan contoh atas penjelasan tersebut.

Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Hari ini memang tidak boleh sengaja melakukan kesalahan, tetapi jika memang ada ketidak sengajaan terjadi kesalahan, maka hari esok tidak boleh diulangi dan segera memperbaiki kesalahan tersebut menjadi kesuksesan. Karena, semua kesuksesan berawal dari kesalahan yang pernah dibuat, hanya tinggal melihat dari sisi mana kesalahan tersebut dapat diperbaiki.

Hari ini memang menuliskan banyak target untuk hari esok, namun jika hanya dituliskan saja dalam selembar kertas putih, target tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan harapan, agar dapat melaksanakan target tersebut adalah dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan target yang dituliskan. Jika menuliskan target setinggi langit, maka usahanya pun harus setinggi langit kalau tidak, maka nanti akan menghasilkan hasil yang “nihil”.

Usaha dalam pencapaian target untuk hari esok adalah harus dilakukan lebih dari apa yang telah dilakukan hari ini, termasuk semakin mengurangi kekurangan yang ada pada hari ini, dan meningkatkan kemampuan yang ada pada diri saya, sehingga dapat terwujudnya target-target yang pernah dituliskan pada hari ini.

Untuk hari esok, lebih ditingkatkan lagi dalam pemahaman bahasa pemrogramannya, agar semakin mudahnya melatih menganalisis sebuah perancangan program. Dan banyak mempelajari teknik-teknik dalam bidang sistem analis, sehingga dapat memasangkan target tidak hanya perusahaan besar di Indonesia saja, melainkan perusahaan di Internasional.

Impian untuk sampai “Go International” merupakan target yang banyak orang dambakan, walaupun hanya sebagian dari mereka saja yang dapat mewujudkannya.

Saya akan lebih rajin menulis dalam “blog” saya ataupun dalam buku saya, yang nantinya semua kumpulan tulisan akan tersimpan rapih dalam suatu tempat yang sama. Dengan begitu, tulisan saya akan memiliki proses dari tulisan yang satu ke yang lainnya, dan dapat dilihat jelas kualitas tulisannya karena adanya latihan menulis secara berulang, dan peraturan-peraturan penulisan sendirinya juga akan menjadi terbiasa.

Untuk mengajari lawan bicara, saya akan membuat suasana tidak monoton, agar lebih mudahnya dipahami, apalagi untuk anak sekitar umur 7-8 tahun, mereka pasti akan lebih mudahnya menyerap apa yang diajarkan. Saya melakukan ini semua, karena saya mencintai anak kecil.

Nanti, pada tahun 2014 akhir, saya harus sudah menyelesaikan perkuliahan di SARMAG dengan 2 gelar. Dalam perkuliahan S2 lebih diperdalam tentang manajemen dan bisnis. Ini akan memudahkan saya mendapatkan apa yang saya impikan, yaitu menjadi seorang sistem analis di perusahan ternama.

Tujuan saya menjadi sistem analis adalah untuk menganalisis sistem beserta pemecahan masalah dalam perusahaan tersebut, yang mengerti tentang teknologi bahkan dunia bisnis. Dengan ini, ilmu yang telah saya pelajari di masa kuliah dapat saya gunakan dalam dunia kerja, dan juga perusahaan tersebut dapat melihat kemampuan saya.

Hambatan yang nantinya akan saya hadapi adalah bersaing dengan orang-orang yang kemampuannya sama dengan atau lebih dari saya. Namun, hambatan ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk tetap belajar dan belajar lagi, serta meningkatkan kualitas softskill saya yang nantinya menjadi nilai tambah bagi saya.

Kemudian impian menjadi penulis yang dapat menerbitkan buku-bukunya, segera dicapai dan dapat diberi label sebagai penulis “Best Seller”.

Tujuan utama saya menjadi penulis adalah saya dapat membagikan apa yang saya ketahui, rasakan, dan pikirkan ke dalam suatu tulisan, agar banyak orang yang membutuhkan tulisan tersebut merasa tertolong dengan adanya tulisan saya. Karena memang, tujuan saya menulis adalah dapat membantu banyak orang dengan masalah yang mereka hadapi secara tidak langsung, atau singkatnya saya dapat bermanfaat bagi orang lain, seperti yang ada pada hadist : “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain”.

Hambatan yang nantinya akan saya hadapi adalah banyaknya penulis ”Best Seller” yang lebih hebat dari saya. Namun, semua itu dapat saya kalahkan dengan menambahkan kualitas tulisan-tulisan saya, yaa… dengan cara banyak berlatih menulis dan bertukar pikiran dengan penulis yang lainnya, dan tidak merasa menjadi penulis yang paling hebat.

Nanti ketika semua itu tercapai, saya ingin mendirikan Rumah Singgah bagi anak-anak jalanan, saya akan mengajarkan mereka tentang teknologi komputer, cara menulis yang berkualitas, dan tentu saja sebelumnya saya sudah mengajarkan mereka pelajaran akademik. Saya ingin dapat membuat mereka berhasil, jadi tidak hanya saya tapi juga anak-anak jalananpun dapat berhasil. Ini semua semata-mata bukan hanya karena uang atau popularitas, tapi saya hanya mencari Ridho dari Allah SWT.

Salam,

Windyku

Iklan

3 thoughts on “Saya: Hari ini, esok, dan kedepannya….”

  1. good luck 😀

  2. Dahsyat!
    Salut dech ama kamu,mampu menyusun peta hidup yg sangat jelas dan luar biasa.
    Semoga menginspirasi banyak orang.

  3. Andaikata rindumu senantiasa berhasrat ke tempat ini [klik~> http://wp.me/P4NQep-1%5D, bahagiaku menyambut pijar tawamu, bersama-sama dalam momentum sederhana ini. Kita dermakan bahagia, seperti semesta menyapa kita. 😉

    Salam blogwalking guys…! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s